Kamis, 21 Februari 2013

Prajab

Akhirnya datang juga waktu yang ditunggu,, "Prajab" ... Satu kata yang sangat berarti bagi seorang Cpns sebelum "C"nya ilang.. Nah,, kebetulan aku dapet kesempatan ikut gelombang pertama di Kasihan,Bantul, Jogja.. Awal berangkat dari Bali rasanya berat banget karena harus adaptasi "Lagi"... huhuhu,, sedih jangan ditanya,, pasti sedih, tapi ada senengnya disana bisa ketemu temen.temen yang uda lama ga ketemu...

Hmm... Sampe' di jogja, aku ngerasa asing dengan tempatnya,, *yaiyalah,,kan baru pertama kesana.. hahaha,, tapi semua itu hilang seketika setelah aku ketemu sahabat2ku.. huaaa,,, sumpah aku kangen banget sama mereka... kami pun berpelukan melepas rindu yang mendalam setelah sekian lama berpisah... *Lebay..

Keesokan harinya, rutinitas dimulai.. Taraa... shocking soda liat jadwal yang begitu padet,,, gubrakk dahhh,, kapan bisa jalan2nya ? *Astaghfirullah., luruskan niat maya.. Hmm,,, perlahan namun pasti hari2 di prajab ku lalui hingga tiba saatnya untuk weekend,,, horeee,,, akhirnya bisa refreshing juga... hahaha,,,

minggu pertama kami k malioboro,,, nguras dompet banget coba,,, hadeeehhh.... tapi gpp deh buat oleh2 ortu + sodara sekali-kali gpp lah,., pulang dari malioboro capek beud,, belum lagi hari minggunya kita k sana lagi.. nguras budget banget.. aku pake' nyangkut lagi ke toko baju,, abiznya tu batik pada bagus sih,, huft.. -__-"

Minggu kedua.. rutinitas prajab dengan materi yang begitu padat dimulai lagi dan aturan pun bertambah,, kami duduk sesuai presensi.. OMG,, aku d depan dong, scara gitu lho namaQ kan huruf awalnya A. Jadi, mau ga mau, siap ga siap ya harus duduk di depan dan harus siap buka mata lebar2 biar ga ngantuk,, *tapi tetep aja ngantuk.. hahaha,,,

Pagi-sore materi pun berjalan dan tiba saatnya malam hari kami unjuk gigi dengan presentasi hasil diskusi di setiap materi.. Dag.dig.dug itu pasti,bayangin ngomong di depan orang banyak,, d depan lagi., hadeehhh,,      -__-. Tapi keren kok semua ada hikmahnya,, kini sekarang jadi lebih pede kalo ngomong di depan. Alhamdulillah ya,,

Banyak banget suka duka prajab,, dan ternyata ada hal yang tak terduga sebelumnya. bener2 sesuatu dahhh,
i love it,,  n i love jogja...
echa,, indah,, aku



cisna,,, indah,, aku


kakak n aku

indah ma aku



Rabu, 19 Desember 2012

Sekilas tentang Gempa Bumi

Akhir-akhir ini sudah banyak terjadi gempa dimana-mana. Bahkan, tak jarang banyak korban berjatuhan, nyawa melayang dan barang hilang tak tau kemana.

Apabila meninjau suatu rangkaian getaran yang menyertai suatu gempa bumi, maka gempa itu secara umum memiliki rangkaian getaran yang disebut gempa pendahuluan (fore shock), gempa utama (main shock) dan gempa susulan (after shock). 

Ketiga jenis getaran itu sangat ditentukan oleh homogenitas batuan dimana gempa itu terjadi. Ditinjau dari sifat homogenitas (fisik) batuan, pakar seismofisik Jepang Mogi menggolongkan gempa bumi menjadi tiga tipe, yaitu 
1. Tipe I yakni Gempa bumi yang tidak memiliki gempa pendahuluan dan hanya memiliki gempa utama yang disertai gempa susulan yang sangat banyak. Berdasarkan hasil penelitian di laboratorium, tipe gempa ini terjadi pada batuan yang sangat homogen. Tipe ini merupakan tipe yang prospek prakiraan terjadinya sangat sulit, tetapi berakhirnya gempa susulan mengikuti sifat peluruhan energi secara umum. 
2. Tipe II merupakan tipe gempa bumi yang sangat komplit, memiliki gempa pendahuluan yang cukup, gempa utama dan gempa susulan yang sangat banyak. Kejadiannya sangat terkait dengan pelepasan energi potensial gempa oleh medium yang agak heterogen, seperti material kulit bumi pada umumnya. Berdasarkan prospek prakiraan datangnya gempa ini, para pakar optimis dapat mengembangkannya. Peluruhan gempa susulannya juga mengikuti sifat peluruhan energi secara umum, sehingga pemantauan secara cermat di daerah bencana memberikan data yang akurat untuk perhitungan kapan berakhirnya suatu ancaman gempa atau getaran di daerah bencana.
3. Tipe III sering disebut sebagai tipe swarm, merupakan tipe gempa bumi yang tidak memiliki gempa utama. Rangkaian gempanya sering datang tidak jelas tanpa ditandai puncak gempa utama serta berakhirnya juga demikian. Dapat berkepanjangan atau berhenti secara tiba-tiba. Kejadiannya sangat terkait dengan pelepasan energi yang terjadi pada gaya yang konsentris. Umumnya terjadi di daerah vulkanik atau pasca vulkanik.
Peluruhan energi dari gempa mengikuti peluruhan energi secara umum, Peluruhannya akan mengikuti sifat eksponensial peluruhan, dimana banyaknya gempa menurun secara drastis per-interval waktu terhadap perjalanan waktu.
Dengan menggunakan rumus sederhana, maka kapan berhentinya getaran dari gempa susulan dapat diestimasi. Selain itu juga bisa dilakukan pemantauan langsung di lokasi dengan alat pencatat gempa (seismograf). Hasilnya dikombinasikan dengan data historik gempa merusak di daerah tersebut.